As per requested from one of the readers… Kali ini saya mau cerita bagaimana saya bisa ketemu dengan Suami saya. And his name is Jakob.… ada yang Kepooo aja.. Kepoo banget.. or haters gonna be hate .. Looolllzzzz.. is alright girls.. whoever you are, you are most welcome to know our Love Journey.
Semenjak saya menjalani “On a Job Training” dari tempat kuliah (hospitality industry). Saya sudah mejejakkan kaki di negeri seberang, dari Malaysia, sampai middle east di Oman, sampai Afrika utara yaitu Morocco. Oooowwww.. kaya apa tinggal dan hidup di negara-negara itu ?? wait…will tell you the next article. Nanti ya aku cerita lebih detail tentang itu. Balik lagi karena saya sudah cukup tinggal lama di luar negeri yang kira-kira jadilah 8 tahunan kalo di total-total, jadi kebetulan bergaul sama bule, kerja sama bule, dan punya gebetan bule itu udah hal yang biasa. Engga wah lagi.. Ga kaya Cewe Jakarta yang kegirangan dan baper, langsung hilang ingatan kalo sama Bule. Loollllzzzz anywaayyy…
Tahun 2014 saya pulang ke indonesia for good… kemudian mencoba menetap di Jakarta. There is one night dimana aku sama temen-temen cewe pergi ke salah satu club di Jakarta. Janagan berpikir negative dulu kalo denger tentang club. I love to dance. .. Club is the only place that I can dance in Jakarta… alhasil rajin ke club dan dancing. Soo… masih inget waktu itu tanggal 6 Juni 2015 saya sedang menikmati music di dance floor sambal joget-joget ga sengaja nyenggol Jakob yang berada di belakang saya. Karena nyenggol jadi ngobrol deh, terus dance bareng deh (No feeling at all that something will happened between us). Beneran perasaannya biasa banget, Cuma seru-seruan aja di dancefloor. Sampe akhirnya dia temenin aku nyari salah satu temen yang ilang entah kemana. Dannnn… sampailah kita tukeran nomer telephone. And dia lansgung ngundang aku untuk ketemu lagi keesokan harinya, karena ada acara ulang tahun salah satu hotel bintang 5 di Jakarta. Dan aku meng-iyakan.

Ketemu lah kebesokannya, dan aku di kenalin dengan semua temen-temen deketnya. Dengan tidak berharap banyak saya bersikap seperti cewe normal yang baru kenal temen baru aja. Sampai hari itu, kita terus ketemuan setiap hari selama 4 hari berturut-turut. Ngobrol, becandaan, sharing about life. Setiap weekend kita Spending time together lagi. Sampai semua temen-temen sudah mulai bertanya apakah kita berpacaran apa engga.. dan jawaban kita berdua “ENGGAAAA PACARAN” karena emang beneran engga. Saya pada saat itu memang tidak mau berpacaran, alasan pertama udah berkali-kali menjalani hubungan gagal terus, padahal semua ornag udah tau gimana mesra nya kita. KAN MALU… nah.. dan kalaupun nantinya orang-orang tahu aku pacaran dengan seseorang, itupun karena aku sudah yakin akan menikah dengan orang tersebut. Jakob sendiri seorang laki-laki yang selalu dikelilingi wanita cantik dan sexy yang selalu bisa memberikan apa saja untuk bersama nya… wueeekkkzzz.. yea… disgusting to heard that, but that’s the reality. Jakob ga akan pernah mau settled down sama seorang cewe kalo dia tidak merasa 100% good feeling sama cewe itu. Biasa,, banyak cewe yang ga bisa handle buat drama, atau ga ada yang bisa handle the craziness side of him, LOOOLLlllllzzzzzz. Jadi intinya kita berdua ga mau wasting our time kalo bukan untuk something yang serius.

Walaupun sampai akhirnya setelah 2 bulan kita berteman dekat dan ketemu hampir setiap hari, kita memutuskan untuk memulai hubungan yang lebih serius. Meskipun begitu saya bilang tidak bisa memberikan komitmen 100%, karena kondisinya adalah saya sudah berumur 29 tahun yang orang tua saya sudah bawel untuk harus menikah dan saya mengerti untuk orang eropa menikah bukanlah priority dalam kehidupan, saya juga ga mau tanya ke dia untuk minta di nikahin!! BIG NO!!!!. Jadi ada satu kondisi yang saya harus pergi kalo ada laki-laki yang akan menikahi saya nantinya, dan dia ga boleh sakit hati kalau hal itu terjadi. Dan di dalam hubungan kita yang No.1 adalah KEJUJURAN, no.2 Respect others. Yang sampai sekarang dua hal terpenting itu masih menjadi hal terpenting dalam hubungan kami. Kami bebas untuk mengutarakan apa saja, dan berbuat apa saja asal jujur dan pamitan. Dan respect, kalo mau melakukan sesuatu dan tidak menyinggung perasaan satu sama lainnya ya is ok. Mungkin karena kondisi ini, karena saya tidak pernah merengek minta dinikahin seperti wanita lainnya, dan dia juga merasa cinta dengan saya. Jadilah dia berinisiatif untuk menikahi saya (karena takut nanti keduluan orang, saya akan pergi) whahhahahaha….. *see, if the guys are really loves you, they will do whatever it takes.. bukan PHPIN
Dari segala banyak laki-laki yang saya kenal selama hampir 29 tahun saya hidup, baru Jakob yang sangat berani untuk selalu JUJUR apapun itu. Selalu bilang walaupun dia mempunyai kesalahan. Dan itu yang membuat saya selalu nyaman dan PROUD kalo ada orang yang bilang..”Jakob kan begini + begitu” saya bisa bales “YES I KNOW IT” and smileeeee.. saya tahu semua tentang suami saya.
Setelah hampir setahun kita kenal, dia mengajak saya untuk berkenalan dengan keluarganya di german, alhasil saya diajak ke german dan Italy. DIa pernah tanya negara mana yang selalu saya impikan untuk di datangi. Saya jawab VENICE, tapi saya tambahkan “ but I want to go there with someone who will spend the rest of my life with or I will go alone”. Jakob waktu itu cukup pintar untuk merayu saya ke venice aja sekalian karena sayang udah sampe Europe masa ke german doank, SAYANG TIKETNYA UDAH MAHAL ..Loolllzzz bener juga. Dan akhirnya saya setuju deh untuk jalan-jalan ke venice juga. Setelah berkeliling german sampailah kita berlibur di negara yang selama ini saya ingin sekali berkunjung.. 4 hari di The most romantic place in the world, VENICE.

Jakob Memberikan surprise bahwa dia menyewa photographer untuk kita dapet foto-foto bagus di venice (bukan cuma lewat Iphone 6 yang ga seberapa ini).
Tiba tiba, sewaktu sedang menaiki gondola
teruuzzzzzzz…..
Dia BERLUTUT di gondola dan bilang bagaimana bahagia hidupnya bersama saya, and “would you marry me???” Jeng.. Jeng.. Jeng.. otak saya butuh waktu untuk memproses ini beneran apa engga ya? Ini Cuma pencitraan buat photoshoot doank, apa engga ya? Whahhahaha setelah 5 menit, Jakob ngulang pertanyaannya “Nevie, let me ask you one more time, would you marry me????” barulah sadar ini benerannnn. And I said YESSSSSSSSS
Dan setelah setahun, kita berdua merancanakan pernikahan, setiap harinya dalam merencanakan pernikahan ngebuat kita lebih dekat lagi satu sama lain. Sampai akhirnya 22 July 2017 kita mengadakan pernikahan kita di Bali. Pernikahan tepi pantai yang unik dan a very FUN NIGHT untuk kita.




Sampai sekarang, our loves are still growing. Semoga bisa langgeng sampai tua. Dan kita masih melakukan, our fun times together. Hidup hanya sekali untuk apa dibikin pusing dan penuh Drama??? NO WAY.
Buat kamu yang belum mendapatkan tambatan hati… Semangaaattttt…. terus usaha, terus berdoa, dan paling penting, jangan menyerahkan diri untuk berkomitmen kalo belom JELAS Hubungannya…
Well Caiyooooooooo…………
See you on my next article 🙂 🙂 🙂
sweeetnya!
LikeLike